Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Al Al Anfal Gelar In House Training Pembelajaran Berorientasi Peserta Didik

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Al Al Anfal Gelar In House Training Pembelajaran Berorientasi Peserta Didik

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Al Al Anfal Gelar In House Training Pembelajaran Berorientasi Peserta Didik

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Al Al Anfal Gelar In-House Training Pembelajaran Berorientasi Peserta Didik

Sabtu, 26 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, SMP Al Al Anfal menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Peningkatan Kompetensi Guru untuk Pembelajaran Berorientasi Peserta Didik”. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Komputer dan diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan.

Kegiatan diawali dengan opening ceremony berupa penampilan seni tari Gugur Gunung yang dipersembahkan oleh perwakilan siswa kelas VII dan VIII. Acara kemudian dilanjutkan dengan susunan kegiatan IHT yang dipandu oleh Ibu Nurul Fajriyah, S. Pd. selaku pembawa acara.

Rangkaian pembukaan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Wabil Assadiq, sambutan Kepala Sekolah, penyampaian materi IHT, serta doa penutup.

Dalam sambutannya, Ibu Siti Sobikhah, S. Pd. I., Gr. menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru yang telah mengikuti kegiatan IHT. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. “IHT ini merupakan investasi bagi kita semua, khususnya dalam mempersiapkan kompetensi guru dan pembelajaran peserta didik,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pada sesi penyampaian materi, Bapak Adib Jauhari, S. Pd., M. Pd. mengajak para peserta untuk memahami pentingnya pola pikir (mindset) dalam proses pendidikan. Peserta diperkenalkan dengan beberapa jenis pola pikir, antara lain:

Growth Mindset, yaitu keyakinan bahwa kecerdasan dan keterampilan dapat dikembangkan melalui proses belajar dan pengalaman.

Fixed Mindset, yaitu pandangan bahwa kecerdasan dan keterampilan cenderung bersifat tetap dan sulit diubah.

Pola pikir dalam pembelajaran mendalam, yang menekankan kesadaran, kebermaknaan, dan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pak Adib juga membahas prinsip pembelajaran mendalam yang mencakup berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiga prinsip tersebut diharapkan dapat diterapkan guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi peserta didik.

Selain itu, pengalaman belajar dibahas dalam tiga tahapan, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Guru diharapkan tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan serta melakukan refleksi terhadap apa yang telah dipelajari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai empat kerangka pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital.

Praktik pedagogis berkaitan dengan strategi mengajar yang digunakan guru. Sementara itu, kemitraan pembelajaran menekankan hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, dan komunitas. Lingkungan pembelajaran mencakup ruang fisik maupun ruang virtual, sedangkan pemanfaatan digital menempatkan teknologi sebagai salah satu sarana pendukung pembelajaran.

Materi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan IHT juga diisi dengan sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Bapak Ahmad Aufi Chakim, S. Pd. I., mengajukan beberapa pertanyaan terkait bagaimana cara agar tampak bahagia, menjaga rasa syukur, serta mempertahankan semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pertanyaan tersebut mendapatkan tanggapan dari pemateri. Peserta diajak untuk membangun kebiasaan positif, menghargai hal-hal yang dimiliki, serta membiasakan diri memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri.

Sebagai penutup penyampaian materi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk membuat peta konsep pembelajaran. Setiap kelompok kemudian menggambarkan dan mempresentasikan hasil pekerjaannya sebagai bentuk penguatan terhadap materi yang telah dipelajari.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat secara aktif dalam diskusi, kerja kelompok, presentasi, dan refleksi.

Pelaksanaan IHT diharapkan dapat menjadi momentum bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkaya strategi pembelajaran, serta menciptakan pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik. Sehingga dapat mendorong guru terus belajar dan berinovasi

Dengan semangat belajar dan berinovasi, guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi seluruh peserta didik.

Kegiatan IHT kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan doa penutup. Kegiatan berlangsung dalam suasana aktif dan penuh antusiasme dari para peserta.

Tuliskan Komentar Anda